Menuju Daerah Perbatasan (2)

Posted on Updated on

Cessna - Pilotnya bule
Cessna – Pilotnya bule

Kekhawatiran terbang dengan pesawat kecil sebelum berangkat menjadi sirna. Menurut saya, setelah mengalami sendiri ternyata penerbangan inipun aman dan asyik saja apalagi cuaca saat itu cerah. Yang membuat rasa aman salah satunya adalah pilotnya yang orang bule (note: not bule minded). Strategi Susi Air memperkerjakan bule-bule sebagai pilot menurut saya strategi bisnis yang jitu. Biasanya kita merasa bahwa sesuatu yang berasal dari luar negeri itu kualitasnya baik, lebih baik, lebih pintar dan lain-lain. Peryataan ini ada benarnya karena orang kita sendiri terkadang suka menggampangkan sesuatu. Mengutip informasi dari blognya pak Dahlan Iskan bahwa pilot bule itu mau mengerjakan semua hal yang terkait dengan pesawatnya: mengangkat bagasi, menutup pintu, mencuci pesawat, dan menjadi pramugaranya sekalian. Ini sama dengan sikap sang pemilik maskapai Susi Air, Susi sendiri senang mengerjakan apa saja. Meski seorang bos besar, dia biasa melakukan pekerjaan yang remeh-temeh. Perlengkapan navigasi di pesawat yang sudah canggih juga membuat tenang hati. Informasinya Susi Air telah memesan 30 buah pesawat Grand Caravan sejak Juni 2009.

Kokpit Cessna 208

Pukul 08.40 WITA Pesawat mendarat mulus di landasan bandara Nunukan. Bandara Nunukan sendiri relatif bagus untuk sebuah kabupaten yang letaknya di perbatasan negeri dan jauh dari ibukota RI. Akhirnya kesampaian juga menjejakkan kaki di daerah perbatasan dengan Malaysia.

Penerbangan Dari dan Ke Bandara Nunukan

No

Perusahaan Penerbangan

Rute

Keterangan

1

PT. TRIGANA AIR SEVICE 

Tarakan – Nunukan – Tarakan 

Setiap Hari 1 kali

2

KALSTAR AVIATION 

Tarakan – Nunukan – Tarakan 

Setiap Hari 1 kali

3

PT. ASI PUDJI ASTUTI 

Tarakan – Nunukan – Longbawan – Nunukan – Tarakan 

Seminggu 5 kali

4

PT. MBS 

Nunukan – Longlayu – Binuang 

Nunukan – Binuang – Nunukan 

Seminggu 2 kali

Kabupaten Nunukan merupakan daerah hasil pemekaran Wilayah Kabupaten Bulungan yang wilayahnya berhubungan langsung dengan Negara Malaysia Bagian Timur, yaitu Negara Bagian Sabah di sebelah utara dan Negara Bagian Serawak di sebelah barat.

Dermaga Yamaker Nunukan

Tiba di Nunukan selanjutnya menuju kantor Dinas Perhubungan Nunukan dan diterima oleh Sekretaris Dishub Nunukan Bp. Zulkipli dan Kabid Perhubungan Darat Bp. Sutan Siburian, Karlos Makin dkk. Setelah berkoordinasi rencana penyuluhan operator kapal ASD selanjutnya melihat lokasi kegiatan ASD di kabupaten Nunukan.

PLBL Liem Hie Djung

Kegiatan hari pertama berkunjung ke Pos Dermaga Yamaker, Kec. Nunukan dilanjutkan ke Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung. Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung akan digunakan sebagai pos pemeriksaan dan pengaturan keluar masuk penumpang dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya, selain itu juga melayani penumpang domestik jurusan Nunukan – Tarakan, Nunukan – Sebuku, Nunukan – Semenggaris dan Nunukan – Sebakis. Dermaga ini baru beberapa hari digunakan. Melihat ruangan yang tersedia dan lokasi yang strategis yang dapat dijangkau dari beberapa dermaga sekitar maka ditetapkan sebagai lokasi penyuluhan operator kapal ASD.

PLBL Liem Hie Djung 2

Kegiatan hari kedua diawali dengan pertemuan dengan Wakil Bupati Hj. Asmah Gani di komplek perkantoran Bupati Nunukan dengan didampingi Bp. Sutan Siburian dkk. Kami mengutarakan tujuan datang ke Nunukan dan Bu Wabup menyambut baik kegiatan tersebut.

PLBL Liem Hie Djung 3

Nunukan sebagai tempat transit untuk masuk ke Malaysia dapat dimanfaatkan untuk penertiban TKI ilegal apabila PLBL Liem Hie Djung dioperasikan. Malaysia sangat menikmati dan berkepentingan dengan TKI (legal maupun ilegal) sehubungan dengan perekonomian Malaysia. Dapat dibayangkan jika pada saat panen sawit dan sayuran TKI kita dipulangkan ke Indonesia. Terbayang kerugian besar yang akan ditanggung Malaysia karena sawit dan sayurannya membusuk tidak ada tenaga kerja yang memanen. Sekitar 90% pekerja sektor perkebunan adalah TKI yang dibayar murah. Sementara TK Philipina banyak mengisi sektor industri, kesehatan dan pelaut yang memiliki keterampilan sehingga dibayar lebih mahal dari TKI.  Sebenarnya Indonesia punya daya tawar agar TKI lebih dihargai.

Silahkan tinggalkan komentar anda. No SARA dan Iklan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s