Hirarki, Peran dan Fungsi Pelabuhan Penyeberangan

Posted on Updated on

Hirarki peran dan fungsi pelabuhan penyeberangan terdiri dari:

  1. pelabuhan penyeberangan lintas Propinsi/antar Negara;
  2. pelabuhan penyeberangan lintas Kabupaten/Kota;
  3. pelabuhan penyeberangan lintas dalam kabupaten/Kota;

Pelabuhan penyeberangan lintas Propinsi dan antar Negara ditetapkan dengan memperhatikan fungsi jalan yang dihubungkannya yaitu jalan nasional dan jalan antar Negara.

Pelabuhan penyeberangan lintas Kabupaten/Kota ditetapkan dengan memperhatikan fungsi jalan yang dihubungkannya yaitu jalan Propinsi.

Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten/Kota ditetapkan dengan memperhatikan fungsi jalan yang dihubungkannya yaitu jalan Kabupaten /Kota.

Dermaga Pelabuhan Bakauheni

Pelabuhan sungai dan danau menurut peran dan fungsi terdiri dari:

  1. pelabuhan sungai dan danau yang melayani angkutan antar propinsi;
  2. pelabuhan sungai dan danau yang melayani angkutan antar kabupaten/Kota dalam propinsi;
  3. pelabuhan sungai dan danau yang melayani angkutan dalam Kabupaten/Kota.

Hirarki peran dan fungsi pelabuhan khusus terdiri dari:

  1. pelabuhan khusus nasional/internasional;
  2. pelabuhan khusus regional;
  3. pelabuhan khusus lokal.

Pelabuhan khusus nasional/internasional dengan kriteria:

  1. bobot kapal yang dilayani 3000 DWT atau lebih;
  2. panjang dermaga 70 M atau lebih, konstruksi beton/baja;
  3. kedalaman di depan dermaga – 5 M LWS atau lebih;
  4. menangani pelayanan barang-barang berbahaya dan Beracun (B3);
  5. melayani kegiatan pelayanan lintas Propinsi dan Internasional.

Pelabuhan khusus regional ditetapkan dengan kriteria:

  1. bobot kapal yang dilayani lebih clan 1000 DWT dan kurang dan 3000 DWT;
  2. panjang dermaga kurang dari 70 M’, konstruksi beton/baja;
  3. kedalaman di depan dermaga kurang clan – 5 M LWS;
  4. tidak menangani pelayanan barang-barang berbahaya dan beracun (B3);
  5. melayani kegiatan pelayanan lintas Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi.

Pelabuhan khusus lokal ditetapkan dengan kriteria:

  1. bobot kapal kurang dari 1000 DWT;
  2. panjang dermaga kurang clan 50 M’ dengan konstruksi kayu;
  3. kedalaman di depan dermaga kurang clan – 4 M LWS;
  4. tidak menangani pelayanan barang berbahaya dan beracun (B3);
  5. melayani kegiatan pelayanan lintas Kota dalam satu Kabupaten/Kota.

 

Silahkan tinggalkan komentar anda. No SARA dan Iklan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s