JAKARTA – PALEMBANG (Solo Riding)

Posted on Updated on

Tulisan ini sebagai media berbagi pengalaman dan informasi bagi teman-teman yang akan melakukan perjalanan (touring) dari Jakarta – Palembang atau sebaliknya. Berikut ini pengalaman solo riding Jakarta – Palembang. Semoga bermanfaat.

Harapan untuk segera pindah tugas supaya dapat berkumpul dengan keluarga akhirnya terkabulkan sudah. Ijin pimpinan dan SK pindah tugas sudah keluar, setelah dua bulan diproses. Langkah selanjutnya adalah persiapan pindah rumah lagi. Sebagian perlengkapan selama di Jakarta sudah dikirimkan lewat jasa ekspedisi. Tinggal Honda Blade yang tersisa menemani di Jakarta, Pertimbanganku tidak mengirimkan motorku via jasa ekspedisi adalah biaya pengiriman yang dapat kugunakan untuk servis dan mencoba solo riding Jakarta – Palembang.

Berikut rute Jakarta – Palembang yang kubuat dengan Garmin BaseCamp:

JKT - PLM Garmin
Rute Jakarta – Palembang via Lintas Timur

PERSIAPAN

Untuk menempuh jarak Jakarta – Palembang via lintas timur sejauh 618 km (menurut Garmin BaseCamp), tentunya membutuhkan persiapan yang matang. Persiapan yang diperlukan antara lain:

  1. Check kondisi motor dan lakukan perawatan berkala di bengkel
  2. Menentukan rute perjalanan dengan GPS (selama ini Jakarta – Merak biasanya lewat Tol)
  3. Perlengkapan penunjang perjalanan (seperti SJCam SJ4000 utk surveillance di jalan)
  4. Powerbank
  5. Helm
  6. Masker
  7. Jas Hujan stelan (sekalian untuk Jaket penahan dingin angin malam πŸ˜€ dan Scotchlite-nya membuat kita terlihat saat malam hari)
  8. BBM cadangan (agar tidak khawatir kehabisan bbm di hutan)
  9. Pompa portable dan cold patch (ban motor belum tubeless)
  10. Perbekalan (Air minum dan roti)
Perlengkapan
Perlengkapan

PERJALANAN

Selasa, 12 Mei 2015

Sore itu aku mempersiapkan perlengkapan di motor dan mengisi penuh BBM di tanki dan BBM cadangan di botol air mineral 1,5 liter. BBM cadangan ini sangat membantu di saat kritis BBM untuk mencapai SPBU terdekat.

Setelah melalui beberapa pertimbangan seperti keamanan di perjalanan dan waktu tiba di tujuan, akhirnya diputuskan berangkat sekitar pukul 21.00 WIB dari Monas sebagai titik awal perjalanan. Perjalanan Jakarta – Merak diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam mengingat aku belum pernah menempuh rute ini dengan motor. Jika dengan mobil akan lebih mudah, tinggal masuk jalan tol menuju Merak. Beruntung GPS Garmin membantu menunjukan arah ke rute yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Rute Jakarta – Merak via Daan Mogot dan Jl. Raya Serang malam itu ternyata dapat kutempuh dalam waktu sekitar 3 jam.

Pelabuhan Penyeberangan Merak
Tiba di Pelabuhan Penyeberangan Merak

Berangkat pukul 21.00 dari Jakarta ternyata lalu lintas masih ramai. Banyak pengendara motor yang mengarah ke Tangerang. Beberapa titik terjadi kemacetan dan jalan berlubang. Selepas Tangerang menuju Serang pemotor mulai sepi dan banyak truk besar yang melintas. Sekitar pukul 23.00 memasuki Kota Serang pemotor kembali ramai, tampaknya banyak pegawai yang pulang kerja.

Kondisi keamanan JABODETABEK akhir-akhir ini yang rawan begal motor juga menjadi pertimbangan untuk membuat rencana alternatif lain. Alternatif lain adalah aku berangkat dari Jakarta pukul 04.00 subuh dimana lalu lintas mulai ramai. Pukul 07.00 naik kapal melanjutkan perjalanan ke Sumatera.

Rute Jakarta – Merak yang aku tempuh berawal dari kawasan Monas, selanjutnya menuju Jl. KH. Hasyim Ashari, Kiai Tapa, Jl. Daan Mogot terus ke Jalan Raya Serang hingga tiba di Pelabuhan Penyeberangan Merak Provinsi Banten. Pengisian BBM pertama di SPBU Serang sebanyak Rp. 18.000,-. Jarak Jakarta – Merak sejauh 128 km dapat kutempuh dalam waktu 3,0 jam. Pukul 00.00 dinihari tiba di Pelabuhan Penyeberangan Merak selanjutnya menuju loket kendaraan roda 2 dan membayar tiket seharga Rp. 49.000,-. Kendaraan diarahkan menuju Dermaga 5. Muatan kapal yang kutumpangi ini didominasi oleh mobil truk. Terlihat juga beberapa bus dan kendaraan pribadi. Untuk jenis kendaraan roda 2 ada sekitar 6 unit. Honda Bladeku terparkir di dekat pintu rampa.

Dermaga Merak
Dermaga Merak
Blade Di Kapal
Blade Di Kapal
Blade Di Kapal
Blade Di Kapal

Kondisi kapal yang bersih membuat aku dapat melanjutkan istirahatku di ruang penumpang. Sekitar pukul 03.00 WIB kapal akhirnya sandar di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Provinsi Lampung.

Rabu, 13 Mei 2015

Tiba di Bakauheni aku segera memacu motor di jalur lintas sumatera yang masih sepi. Sejak keluar pelabuhan kendaraan didominasi oleh truk barang yang baru turun dari kapal. Perjalanan hari ini selanjutnya menuju rumah orang tuaku di kota Bandar Lampung. Setelah menempuh jarak sekitar 100 km dalam waktu 1,5 jam, ditambah setengah jam muter-muter di kota Bandar Lampung dulu, akhirnya sekitar pukul 05.00 WIB aku tiba di rumah orang tuaku. Selesai shalat subuh, aku sempatkan menziarahi makam ayahku di TPU. Hari ini genap 398 hari almarhum meninggalkan kami setelah sempat menunaikan umroh. Rasa haru saat berziarah di makam ayah. Teringat kenangan selama ini bersama ayah terutama 18 hari terakhir yang pernah kulalui. I missed you Dad…. 😒😒😒

Bandar Lampung
Bandar Lampung

Pukul 07.00 WIB aku meninggalkan pemakaman untuk melanjutkan perjalanan menuju Palembang. Perjalanan pagi ini masih relatif sepi dari truk dan bus. Sepinya jalanan lintas Sumatera yang biasanya ramai dilalui truk barang dan bus, membuat aku nyaman memacu Honda Bladeku. Rute yang kulalui adalah melalui Terbangi Besar, Bandar Jaya, Simpang Menggala dan selanjutnya menuju lintas timur Sumatera menuju Kayu Agung. Di jalan lintas tengah sebenarnya terdapat beberapa titik kemacetan karena adanya pasar seperti di Bandar Jaya. Namun mengingat aku membawa motor dan perjalanan masih pagi maka kemacetan tersebut tidak menghalangiku untuk lewat.

Simpang Menggala - Lintas Tengah
Simpang Menggala – Lintas Tengah

Jalan alternatif lain adalah lewat Kota Metro – Sukadana, masuk jalan lintas pantai timur trus menuju Tulang Bawang dan Kayu Agung. Kalo membawa kendaraan roda 4 aku menyukai rute ini karena jalanan masih relatif sepi, lebar dan lurus kecuali ruas Metro – Sukadana yang jalannya relatif sempit namun lancar. Konsekuensi lewat jalan alternatif ini adalah jarak lebih jauh sekitar 70 km dibandingkan lewat lintas tengah – Menggala. Aku paling malas jika melewati jalanan yang macet. Sepanjang jalan kita bisa melihat pemandangan hijau padang ilalang dan perkebunan tebu.

Selepas Bandar Jaya aku tiba di simpang jalan lintas timur sekitar pukul 08.10 WIB. Jalan lintas timur relatif sepi penduduk. Jarak antar desa cukup jauh dan diselingi hutan dan perkebunan. Beberapa lokasi terdapat perkebunan nanas, ketela, karet dan sawit. Setelah mengisi BBM di daerah Menggala, aku melanjutkan perjalanan menuju Mesuji. Di Mesuji Honda Blade kembali diisi BBM untuk yang ketiga kalinya.

SPBU Mesuji
SPBU Mesuji
Perbatasan Sumsel - Lampung
Perbatasan Sumsel – Lampung

Sekitar pukul 11.00 aku sudah tiba di perbatasan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Masih setengah perjalanan lagi yang harus kutempuh. Menjelang pukul 12.30 WIB tiba di daerah sebelum Teluk Gelam. Kulihat indikator BBM motorku sudah mendekati garis merah. Aku segera mencari SPBU terdekat untuk mengisi BBM dan masjid untuk Zuhur dan beristirahat sejenak. Setelah beristirahat, sekitar pukul 13.00 aku melanjutkan kembali perjalanan menuju Palembang.

Perjalanan selanjutnya menuju Kayu Agung. Jalanan menjelang kota Kayu Agung hingga Indralaya harus ektra hati-hati karena banyak jalan rusak dan berlubang. Sebagian lagi jalan yang rusak sudah dikupas namun belum ditambal lagi. Jarak antara Kayu Agung – Indralaya terasa lama untuk ditempuh.

Update info: Saat mudik Juli 2016 jalan menjelang Kayu Agung – Indralaya sudah diaspal mulus. Semoga dapat bertahan lama.

Akhirnya tiba juga di Simpang Timbangan Indralaya. Setiap kali aku keluar kota dan tiba di Simpang Timbangan Indralaya, aku merasakan seolah-olah perjalanan sudah tiba di Palembang walaupun sebenarnya masih harus menempuh jarak 35 km untuk tiba di Palembang. Aku menyukai lintasan Indralaya – Palembang yang lebar dan berkelok-kelok. Akan lebih nyaman lagi jika jalanan sedang sepi, maka jarak 35 km terasa cepat sekali ditempuh. Ruas jalan ini sering kali macet total berjam-jam jika ada kecelakaan. Alhamdulillah saat aku lewat ruas ini jalanan ramai lancar. Hambatan terjadi menjelang masuk daerah Karya Jaya. Terjadi kemacetan panjang beberapa KM, terutama kendaraan yang berasal dari kota Palembang. Kemacetan terjadi lebih karena para pengemudi ingin bersicepat, mengambil hak jalan dan tidak mau mengalah memberi jalan. Kemacetan sudah menjalar mulai Terminal Karya Jaya hingga Simpang Musi II. Sayangnya SJCam lupa dinyalakan sejak meninggalkan SPBU di sekitar Teluk Gelam untuk ISHOMA, sehingga 2,5 jam terakhir menjelang Palembang tidak terekam. Padahal momen perjalanan Simpang Timbangan KM 32 menuju Palembang adalah salah satu momen yang seru untuk direkam.

Tiba di Jakabaring, Palembang
Menjelang tiba di Jakabaring, Palembang

Pukul 15.30 WIB akhirnya aku tiba di rumah di daerah Jakabaring. Lega rasanya dapat menyelesaikan perjalanan panjang sendirian. Tinggal rasa lelah mendera tubuh yang selama belasan jam duduk di motor. Saatnya untuk beristirahat merebahkan badan yang pegal-pegal. Terima kasih ya Allah atas perlindungan-Mu, kelancaran, keamanan dan keselamatan yang Engkau berikan selama perjalanan panjang ini.

Numpang Nampang
Numpang Nampang

Suatu kejutan buat keluarga yang tidak menduga aku akan mengendarai motor dari Jakarta. Sengaja hal ini tidak kuberitahukan kepada istri. Kalau istri tahu rencana ini pasti akan ngomel panjang. Bersyukur tidak ada halangan yang kutemui selama di perjalanan. Niat solo riding Jakarta – Palembang akhirnya terlaksana dengan lancar.

Bagi teman-teman yang berniat touring jangan ragu selama persiapan kita lakukan dengan baik. Apalagi touring bersama rombongan. Bila ada kesulitan selama perjalanan tentu ada teman yang akan membantu.

Berikut beberapa data perjalanan:

Tabel TouringJika dihitung jarak tempuh 626 km (menurut spidometer) menghabiskan BBM sebanyak 15,4 liter. Artinya Honda Blade yang kukendarai mempunyai perbandingan konsumsi BBM sebesar 1 liter dapat menempuh jarak 40,64 km.

41 thoughts on “JAKARTA – PALEMBANG (Solo Riding)

    Chris said:
    10 November 2016 at 11:07 PM

    Salam kenal Mas Broo.. skrg posisi dimana? Kemungkinan di Desember akhir saya akan solo touring dari Jakarta barat menuju Padang kota. Mohon pencerahannya. Saya sering touring Jakarta-Semarang. Tapi kalau lintas Sumatera baru Desember besok pertama kali nya. Apakah beda jauh antara solo touring lintas Jawa dan Sumatera? Dan apakah rawan sekali untuk solo touring dari jam 6 pagi hingga 7 malam? Dimana kah titik rawan jika naik motor. Terima kasih

      bsm@iwftc responded:
      11 November 2016 at 8:00 AM

      Salam kenal kembali Mas. Saya posisi di Palembang. Menurut saya perbedaannya pada jalanan Sumatera jarak antar desa atau ibukota kecamatan/kabupaten bisa dipisahkan hutan berkilo-kilometer hal ini dikarenakan wilayah satu kecamatan & Kabupaten di Sumatera relatif luas. SPBU tidak serapat/sebanyak di Jawa. Secara psikologis kondisi ini membuat kita cenderung khawatir terhadap kejahatan. Lintasan didominasi jalan berkelok, naik turun, menyusuri bukit dan hutan. Di Jawa bisa dikatakan hampir tidak terlihat batas wilayah antar desa/kecamatan dan lalu lintas sangat ramai. Jalanan di Sumatera tidak semulus di Jawa. Di beberapa ruas jalan wilayah Sumsel masih banyak ditemui jalan rusak/berlubang.

      Kalo perjalanan dilakukan pkl 6 pagi s/d 7 malam masih aman mas. Tahun 1994 saya pernah naik motor menempuh rute Lahat-Palembang-Jambi-Sarolangun-Lubuk Linggau-Lahat aman-aman saja. Lalu lintas pagi s/d sore lumayan ramai. Wilayah Sumsel dulu dikenal dengan rawan bajing loncat (begal) yang sering beroperasi malam hari untuk menghadang truk dan bus sebagai sasaran. Terdapat beberapa titik rawan di antara ruas Baturaja-Tanjung Enim di sekitar Simpang Meo, ruas Lahat- Lubuk Linggau di sekitar Tebing Tinggi dan ruas Lubuk Linggau-Sarolangon di sekitar Rupit. Semoga info ini bisa berguna. CMIIW. Semoga perjalanannya lancar. Terima kasih sudah mampir di blog ini.

    Aliflupitvanjava said:
    3 November 2016 at 7:26 PM

    Cukup membantu infonya om
    Ada niat untuk melakukan solo touring ke 0 KM tp mw mampir dulu ke tmpat kk d aceh tengah

    Kira2 dari palembang ke aceh tengah brpa jauh lg ya om?

    Thank pengalamannya om
    Mungkin ada masukan lg buat agenda solo touring perihal persiapan dan apa saja yg harus d lakukan saat touring

      bsm@iwftc responded:
      3 November 2016 at 9:39 PM

      Mantap mas bisa solo touring ke Aceh. Sy coba cari pk Garmin Basecamp ada dua rute yg bisa ditempuh. Pertama Palembang – Aceh Tengah via Pekanbaru sekitar 1.254 km. Rute kedua via Padang sekitar 1.733 km. Kedua rute akan bertemu di Padang Sidempuan trus Danau Toba berakhir di Aceh Tengah. Sy pernah ke Danau Toba dg mobil via Pekanbaru trus ke Siantar tahun 1994. Kondisi skrg pasti beda jauh.

      Yg perlu dipersiapkan diantaranya:
      – cek kondisi mesin, rem, rantai, lampu motor dll
      – pompa portable
      – ban sdh tubeless + cairan anti bocor
      – peralatan tambal ban tubeless
      – jas hujan stelan
      – bbm cadangan
      – GPS atau aplikasi google map
      – alat charger di motor utk GPS, HP dan pompa ban portable
      – powerbank
      – tali utk kondisi darurat
      – obat2an yg sering dipakai.
      – jaga isi bbm di tanki motor, krn jarak antar SPBU yg tdk sebanyak di Jawa.
      – dll

      Semoga perjalanannya sukses, lancar dan aman. Tks sdh mampir di blog ini.

    bsm@iwftc responded:
    15 August 2016 at 7:00 PM

    Ikuti jalan lintas pantai timur, jalan ini jalan utama di lintas pantai timur. Ambil jalan lurus di setiap persimpangan hingga simpang 3 Menggala jalan lintas timur. Kecil kemungkinan nyasar kl ambil jalan utama dan lurus di setiap persimpangan. Kl ada smart phone gunakan aplikasi Google Maps atau aplikasi navigasi lainnya. Semoga lancar perjalanannya.

      Mohammad said:
      15 August 2016 at 7:09 PM

      Oke makasih om, brrti intinya lwt jalan lintas pantai timur ya?! Terima kasih, mudah2an gak nyasar…hehe

        bsm@iwftc responded:
        15 August 2016 at 7:12 PM

        Betul. Sama-sama mas.

      Agungaduka said:
      1 October 2016 at 10:07 PM

      Om untuk plat B perjalanan ke jakarta palembang aman ga om..?? Enaknya jalan dr jakarta jam brapa??thx

        bsm@iwftc responded:
        1 October 2016 at 11:28 PM

        Insha Allah aman. Kl ragu dan belum paham rute usahakan melintasi wilayah Lampung – Palembang hindari malam hari. Agar tiba di Pelab Bakauheni pagi hari, dr Jakarta lebih kurang 6 jam sebelumnya (tergantung kondisi lalin, lokasi awal berangkat, paham rute yg dilalui dan kecepatan mengemudi). Dari Pelab Bakauheni – Palembang sekitar 10 sd 12 jam. Kalo pk mobil saya sering berjalan malam aman2 saja. Kl naik motor sebaiknya melintas pada siang hari. Kl ragu ikuti konvoy bus AKAP. Semoga info ini bisa bermanfaat.

          Agungaduka said:
          2 October 2016 at 4:58 PM

          Saya sih blm pernah sama sekali makanya saya mau coba..di kapal -+ 3 jam yah om..sebelumnya terimakasih infonya om

            bsm@iwftc responded:
            2 October 2016 at 6:36 PM

            Iya. Di kapal sktr 3 jam. Semoga lancar perjalanannya… Tks sdh mampir di blog ini.

      Ariel said:
      4 October 2016 at 7:41 AM

      Kalau dari jakarta ke pulau bangka lewat jalur yang sama ya bro, pelabuhan penyebrangannya dimana yg di Palembang?
      Thanks. Nice info…

        bsm@iwftc responded:
        4 October 2016 at 11:55 AM

        Iya, tetap lewat jalur yg sama menuju Palembang. Dari Palembang menuju Pelab Penyeberangan Tanjung Api-Api sktr 90 km. Menyeberang ke Bangka dg kapal ferry sktr 3-4 jam. Terima kasih kembali.

    Mohammad said:
    15 August 2016 at 5:24 PM

    Makasih om infonya…saya mau tanya kalo menggunakan mobil setelah sampai bakauheni untuk rute om ini apakah sudah lengkap petunjuk jalannya disana atau harus tanya2 atau dgn menggunakan gps? Klo rutenya om itu kan lewat lintas timur ya? Terima kasih

      bsm@iwftc responded:
      15 August 2016 at 6:30 PM

      Petunjuk jalan sdh ada. Setelah belok kanan di Bakauheni ikuti sj jalan raya lintas sumatera. Ambil lurus sj di setiap persimpangan sampai ketemu simpang 3 menuju tulang bawang.

    amat said:
    22 July 2016 at 9:02 PM

    Trima kasih om admin atas info perjalanannya, bermanfaat sekali, saya ada rencana pulkam lebaran adha nanti, tapi ke lahat dulu terus ke palembang, dan info penyemangat ini, menambah kerinduan sy akan kampung halaman, meski sy tdk dilahirkan disini, tp masa kecil itu tdk bisa terhapus dr ingatan. Sekali lg trima kasih.

      bsm@iwftc responded:
      23 July 2016 at 7:46 PM

      Sama2 mas. Terima kasih sdh mampir di blog ini. Sy jg pernah tinggal di Lahat saat SMP s/d SMA.

    Gilang Saputra said:
    14 July 2016 at 1:23 AM

    Kk pulang ke jakabaring di mananya, soalnya rumah saya juga di jakabaring

      bsm@iwftc responded:
      14 July 2016 at 2:12 AM

      Di OPI. Gilang Jakabaringnya dimana?

    Andrew said:
    7 July 2016 at 9:20 AM

    Jadi pengen balek ke Palembang bawak motor, kalau kance2 ado info nak balek kasih info yo. Terima kasih bu sharing pengalamannya.

    Andrew said:
    7 July 2016 at 9:15 AM

    Jadi pengen pulang ke Palembang bawak motor tahun depan, kalau kance kance ado informasi nak balek tulung info 085715227665 biar pacak barengan. Terima kasih ud shareing pengalaman panjangnya jakarta – palembang.
    Sukses buat semua pekerjaanya^^

      bsm@iwftc responded:
      10 July 2016 at 2:03 PM

      Tks sdh mampir di blog ini.

    Muhammad Najamuddin said:
    25 June 2016 at 3:54 PM

    Tks infonya bro…
    Insya Allah dijadikan pedoman utj mudik lebaran nanti.

      bsm@iwftc responded:
      25 June 2016 at 4:02 PM

      Selamat mudik lebaran… Terima kasih sdh mampir di blog ini.

    Jonny said:
    14 June 2016 at 1:52 PM

    nice info mas, lebaran juga mau coba naik motor kepalembang mas.

      bsm@iwftc responded:
      14 June 2016 at 4:55 PM

      Siip mas… Pengalaman yg mengesankan. Menjelang lebaran byk yg mudik naik motor ke arah Palembang. Semoga lancar perjalanannya. Perjalanan siang hari di lintas timur lebih ramai dan aman…

      NOVRI YANTO said:
      24 June 2016 at 7:11 PM

      Saya juga mau coba mudik pake motor ke palembang lebaran ini, bagi yg mau mudik bareng ke palembang mending kita bareng aja biar aman. Tolong yg mau mudik info ke saya dong kapan mau berangkat bareng.y

        bsm@iwftc responded:
        24 June 2016 at 10:32 PM

        Dari Lampung ke Palembang byk yg naik motor. Perjalanan siang hari lumayan ramai kendaraan. Selamat mudik semoga lancar di perjalanan. Terima kasih sdh berkunjung ke blog ini.

        andi said:
        25 June 2016 at 2:35 PM

        Novry no tlpon nya brapa….

        zidan said:
        1 July 2016 at 9:31 PM

        Bos.. kapan nak berangkat??

    andi said:
    14 June 2016 at 1:49 PM

    Cari tmen yg mau mudik lbaran ini..dari jkarta ke muara dua sumsel…hub 085771335589

      bsm@iwftc responded:
      14 June 2016 at 4:51 PM

      Semoga dpt teman yg searah. Minimal sampai simpang Muara Dua di jalan lintas tengah Sumatera sdh dekat ke Muara Dua.

        andi said:
        24 June 2016 at 5:24 PM

        No tlpon brapa bro

    Darwin said:
    9 June 2016 at 5:51 AM

    Nah ini info yang saya cari… Terima kasih mas sudah mau berbagi infonya. β˜•

      bsm@iwftc responded:
      9 June 2016 at 6:08 AM

      Semoga bermanfaat…

    Dana said:
    4 May 2016 at 4:50 PM

    terima kasih banyak buat info2 nya dan pengetahuan uum nya soal perjalanan jkt-plm, insya Allah bsk pagi saya juga akan pergi menuju Palembang,

      bsm@iwftc responded:
      4 May 2016 at 5:16 PM

      Semoga perjalanannya lancar…

    Bowo said:
    17 March 2016 at 4:55 PM

    Terima kasih informasinya…

      bsm@iwftc responded:
      17 March 2016 at 8:40 PM

      Tks sdh berkunjung.

    halim said:
    10 February 2016 at 3:23 PM

    mantap nian

      bsm@iwftc responded:
      10 February 2016 at 3:27 PM

      Tks sdh mampir ke blog ini mas..

Silahkan tinggalkan komentar anda. No SARA dan Iklan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s