Angkutan Perairan

PENGERTIAN ANGKUTAN PERAIRAN DARATAN

Beberapa pengertian yang menyangkut angkutan perairan daratan dalam peraturan perundang-undangan adalah sebagai berikut:

a)    Angkutan Sungai dan Danau adalah kegiatan angkutan dengan menggunakan kapal yang dilakukan di sungai, danau, waduk, rawa, banjir kanal, dan terusan untuk mengangkut penumpang dan/atau barang yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan sungai dan danau (PP No. 20 tahun 2010).

b)   Angkutan Sungai dan Danau Untuk Kepentingan Sendiri adalah kegiatan angkutan sungai dan danau yang dilakukan untuk melayani kepentingan sendiri dalam menunjang usaha pokoknya (PP No. 20 tahun 2010).

c)    Angkutan sungai dan danau adalah kegiatan angkutan dengan menggunakan kapal yang dilakukan di sungai, danau, waduk, rawa, anjir, kanal dan terusan untuk mengangkut penumpang, barang dan/atau hewan, yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan sungai dan danau (PP No. 82 tahun 1999 pasal 1).

d)    Termasuk dalam perairan Indonesia adalah perairan daratan antara lain sungai, danau, waduk, kanal, dan terusan (UU No. 17 tahun 2008, Penjelasan Pasal 4).

e)    Salah satu jenis angkutan di perairan adalah angkutan sungai dan danau (UU No. 17 tahun 2008, Pasal 6 huruf b).

f)     Yang dimaksud perairan sungai dan danau meliputi sungai, danau, waduk, kanal, terusan, dan rawa. (UU No. 17 tahun 2008, penjelasan Pasal 163 Ayat (3)).

g)    Alur dan perlintasan sebagaimana diatur dalam pasal 187 UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran:

1)  Pada alur-pelayaran sungai dan danau ditetapkan kriteria klasifikasi alur.

2)  Penetapan kriteria klasifikasi alur-pelayaran sungai dan danau dilakukan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan teknis dari Menteri yang terkait.

Dermaga sungai

Ketentuan tentang Angkutan Sungai dan Danau dalam UU No. 17 tahun 2008 pasal 18 dan 19 memuat:

Pasal 18:

(1)  Kegiatan angkutan sungai dan danau di dalam negeri, dilakukan oleh orang perseorangan warga negara Indonesia atau badan usaha dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia yang memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal, serta diawaki oleh Awak Kapal berkewarganegaraan Indonesia.

(2)  Kegiatan angkutan sungai dan danau antara Negara Republik Indonesia dan negara tetangga dilakukan berdasarkan perjan­jian antara Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah negara tetangga yang bersangkutan.

(3)  Angkutan sungai dan danau yang dilakukan antara dua negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia dan/atau kapal berbendera negara yang bersangkutan.

(4)   Kegiatan angkutan sungai dan danau disusun dan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan intra dan antarmoda yang merupakan satu kesatuan sistem transportasi nasional.

(5)   Kegiatan angkutan sungai dan danau dapat dilaksanakan dengan menggunakan trayek tetap dan teratur, atau trayek tidak tetap dan tidak teratur.

(6) Kegiatan angkutan sungai dan danau dilarang dilakukan di laut kecuali mendapat izin dari Syahbandar dengan tetap.

Pasal 19:

(1)   Untuk menunjang usaha pokok dapat dilakukan kegiatan angkutan sungai dan danau untuk kepentingan sendiri.

(2)   Kegiatan angkutan sungai dan danau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh orang perseorangan warga negara Indonesia atau badan usaha dengan izin Pemerintah.

Dari batasan di atas dapat disimpulkan bahwa Angkutan Perairan Daratan adalah aktivitas angkutan perairan atau pelayaran yang berlangsung di kawasan daratan, yang meliputi angkutan di sungai, rawa, kanal, danau, dan terusan. Moda angkutan ini tentunya tidak mempergunakan perairan laut sebagai prasarana utamanya, namun hanya di perairan daratan. Karena itu dalam sistem transportasi nasional, di Indonesia angkutan perairan daratan merupakan bagian dari sub sistem perhubungan darat.

PENGELOMPOKAN ANGKUTAN SUNGAI

Angkutan sungai dan danau dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sebagai berikut:

a)  Muara sungai dan bagian sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut. Seperti yang terjadi di Palembang, Banjarmasin dan beberapa daerah daerah lain, di mana kondisi perairan yang ada sangat dipengaruhi oleh pasang surut air sungai. Dapat digunakan oleh kapal-kapal atau pelayaran laut, sepanjang kedalaman alur mencukupi. Cocok untuk angkutan barang curah serta peti kemas.

b)  Sungai besar yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut, bisa dilayari kapal laut sepanjang dilengkapi dengan pintu/lock yang sesuai dengan ukuran kapal.

c)  Perairan lebar atau danau yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut, angkutan dengan kapal khusus sungai, tongkang yang dilengkapi pintu/lock atau kolam pemindahan kapal, sehingga bisa digunakan untuk angkutan peti kemas.

d)  Terusan/kanal sempit, merupakan alur pelayaran buatan digunakan untuk angkutan ukuran kecil, tidak cocok untuk peti kemas.

Prinsipnya, semua perairan sungai, danau atau kanal, bisa dilayari oleh jenis angkutan ini sepanjang kedalaman alur dan lebarnya memadai agar bisa dikendalikan dengan baik. Di berbagai negara maju, jenis angkutan yang digunakan dilengkapi kolam pemindahan kapal (lock) yang bisa mengendalikan kedalaman alur pelayaran sungai dan danau, sehingga daerah yang bisa dihubungkan dengan pelayaran perairan daratan menjadi lebih luas.

Kapal Angkutan Sungai

Di negara negara Eropa, jenis angkutan perairan daratan ini bisa dikembangkan menjadi sub sistem transportasi yang terpadu. Berdasarkan pengalaman tersebut, di Indonesia yang juga terdapat banyak sungai besar dan danau, jenis angkutan ini perlu dikembangkan.

Tak hanya untuk angkutan barang dan penumpang, pelayaran perairan daratan juga dapat dimanfatkan untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk tujuan wisata air dengan menelusuri sungai yang sangat diminati oleh wisatawan. Tak terkecuali untuk berpetualang menikmati keindahan alam di daerah-daerah pedalaman.

Namun selama ini, angkutan perairan daratan ini banyak dimanfaatkan untuk angkutan barang seperti yang banyak dijumpai di Sungai Musi, Sungai Barito, Sungai Kahayan, sungai Kapuas, Sungai Mahakam, Sungai Membramo, serta sungai besar lainnya. Selain barang juga banyak digunakan untuk angkutan penumpang.


Silahkan tinggalkan komentar anda. No SARA dan Iklan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s